Tampilkan postingan dengan label Perjalanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perjalanan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 Februari 2013

Air

Setiap air akan berakhir di lautan. Tak peduli ia berasal dari mata air, limbah pembuangan, berkondensasi dengan udara, menyatu dengan raga hayati ataupun diam dalam perut bumi. Semua hanyalah waktu. Waktu yang akan menemukan semua itu pada delta-delta untuk bersama-sama ke muara.


Perjalanan jauh atau singkat tak akan merubah destinasinya. Mungkin kau akan mengalami semua wujudmu, menguap bersama mentari, menukik bersama hujan, teraduk dalam kawanan limbah, bermeditasi dalam perut bumi, mengalir bersama darah, berdiam kokoh dalam balok es antartika. Atau bisa saja kau hanya mengalir dari mata airmu dan hanyut begitu saja ke laut, diam dalam dasarnya tanpa mendapat kesempatan untuk menguap kembali bersama sinar surya.


Karena bisa saja takdir yang menggiringmu, atau kau melawan menentukan arahmu.


Karena hidup akan terus berjalan dengan ataupun tanpa usaha-usahamu.


Sidoarjo, 2013


*catatan seusai mandi di bilik 2,25 meter persegi


Published with Blogger-droid v2.0.4

Jumat, 11 Januari 2013

Tentang Obat

Ada kalanya kau terlena hingga kau terjatuh,

Dan kau akan memakan pil yang pahit untuk meredakannya..


Hancurkan dengan gerigimu dan ingat baik-baik rasa pahit itu,

Agar kau tidak terlena dan memakan untuk yang kedua kalinya..


Sidoarjo, 2013


Published with Blogger-droid v2.0.4

Jumat, 25 Mei 2012

Pulang



Peluit panjang itu memecah keheningan fajar

Membangunkanku dari mimpi panjang akhir pekan

Deretan gerbong pun mulai bergerak perlahan

Mengantarkan pada suatu kenyataan nun jauh disana

Waktu menunjukkan pada 285 derajat


Langit pun menjawab dengan garis kemerahan di balik bukit

Deretan rumah pun mulai berganti dengan siluet jajaran pegunungan

Dan aku pun masih termenung di dalam gerbong dengan bangku hijau ini

Memang bukan disinilah tempatku menulis cerita (lagi)


Disanalah,

Ditempat kelahiranku yang penuh hingar bingar akan kugoreskan tinta

Tentang sebuah realita yang akan terekam pada suatu peradaban


Aku akan merindukan mimpi ini,

Aku akan mengingat sentuhan hangat ini,

Sentuhan dari tangan ajaib kalian,

Terlebih dari gadisku..


Adios..

Jikalau ada sumur di ladang,

Maka semoga masih akan ada umur yang panjang..

Yang akan merapatkan kita dalam kabut yang tebal ini..


Published with Blogger-droid v2.0.4

Minggu, 20 Mei 2012

Aku dan Pohon Jati Tua

Mataku memandang keluar menembus jendela dan malam. Hutan jati, gubuk, kilau garis putih, bayangan diriku dan cahaya di ujung tikungan berganti dalam pandangan. Semua bayangan itu datang dan pergi membangkitkan irama yang entah dari mana datangnya. Lagu Angel dari Sarah Mclahen mengalun dengan sendirinya. Seiring lantunan piano, semakin mengantarkan mata untuk memejam.


Kegelapan dan ketenangan malam yang membius ini dibuyarkan oleh bayangan pohon-pohon jati yang muncul satu per satu.


Salah satu dari mereka bercerita tentang suatu musim dimana mereka meranggaskan daun-daun dan waktu ketika meneduhi "teman-teman" disekitarnya. Menceritakan gubuk yang dihuni janda tua yang mengumpulkan daunnya setiap pagi. Burung-burung yang membuat sarang pada lengan-lengannya dan membayarnya dengan kotoran mereka serta memakan ulat-ulat yang menempel menggerogoti daunnya.

Ia juga bercerita tentang "masa mudanya" yang gilang-gemilang menjadi rumah bagi ribuan makhluk yang dinaunginya. Apa yang lebih baik dari memberi terhadap sesama.


Kini...

Ia mulai bingung kapan waktu yang tepat untuk meranggas ataupun bersemi. Hujan badai turun dimusim kemarau dan matahari yang sangat terik membakarnya dimusim hujan. Alam telah tidak dapat diduga, begitu juga manusia. Batuan yang dahulu berjajar rapi didekatnya berganti dengan batu panjang berwarna hitam dengan garis putih semenjak 20 tahun terakhir. Musang dan babi hutan yang dahulu berkejaran telah berganti dengan kotak berisi manusia yang membuang sampah tak henti-henti dan malah semakin ramai. Suara-suara mereka menakuti dan mengusir isi hutan dan burung-burung yang dahulu ada dalam naungannya. Janda tua yang dulu mengumpulkan daunnya juga telah meracuni tanahnya dengan sampah plastiknya. Karbodioksida yang dahulu hanya dihisapnya pada siang hari kini terlahap juga pada malam hari.


Mataku terbuka begitu saja dikejutkan oleh pekak klakson panjang. Hutan itu telah lenyap dari pandangan, berganti dengan pemukiman dan tiang-tiang yang sangat kukenali. Dunia tempat aku lahir, tinggal, tumbuh dan hidup.


Bayangan diriku kembali terlihat pada kaca jendela. Inilah aku, yang lebih mengenali "alam"ku. Alam yang berisi dengan rumah-rumah, bangunan-bangunan tinggi, jalanan aspal halus yang lebih kusukai, tiang-tiang, kendaraan berbagai jenis yang dingin dan cepat, poliethilene dan perkembangan teknologi berserta fungsi dan kehebatannya. Puncak peradaban manusia.


Hening..

Tak ada lantunan lagu..

Hening..

Tak terdengar deru bus yang berjalan..

Hanya hening..

Dengan pandangan menembus malam....

Masih hening..

Yang membatasiku dengan bayangan pohon jati tua itu..


Sidoarjo, 2012


Published with Blogger-droid v2.0.4