Aku diam tak berarti mendendam
Barangkali saja rindu yang terpendam
Sidoarjo, 2013
Dan malam pun masih saja kelam
Aku diam tak berarti mendendam
Barangkali saja rindu yang terpendam
Sidoarjo, 2013
Dan malam pun masih saja kelam
Malam ini hujan masih turun diluar sana, sedangkan lilin pengharapan terakhirnya mulai redup. Cahaya paling terang yang ia lihat terakhir adalah ketika petir menyambar pohon kelapa di depan rumahnya. Rumah, mungkin lebih tepat gubuk. Karena jikalau rumah tentunya sudah terpasang listrik.
Di depannya tersisa duri-duri ikan tanpa secuil nasi. Nasi tidak tumbuh di laut, tapi ikan selalu ada. Meski ikan sedang sepi, tapi selalu ada. Sedangkan nasi hanya ada ketika ikan melimpah.
Sudah setahun ikan di laut sepi. Nelayan-nelayan besar sudah menjual sebagian kapal mereka. Hujan badai yang tak henti sepanjang tahun ini mengganaskan ombak. Tak ada yang berani menantang samudera. Jikalau ada yang pergi menantang, tentu itu suaminya dan sampan satu-satunya.
Yang telah ia tunggu 6 bulan sejak kepergiannya.
Sidoarjo, 2013
Ketika hidup itu menjadi suatu perjuangan tanpa henti, aku akan bersyukur atas hariku ini
Hari pertama di bulan Agustus.
Hai, selamat datang bulan kemerdekaan.
Berbicara tentang kemerdekaan tentu erat hubungannya dengan kebebasan. Baik kebebasan berpendapat, kebebasan berpikir, kebebasan menulis seperti saat ini, atau mungkin kebebasan mengejar mimpi.
Semua orang memiliki mimpi, seperti halnya aku. Namun adakalanya mimpi-mimpi itu pupus ketika kita sampai pada tembok besar bertuliskan REALITA. Bisa jadi juga, kita terbuai oleh indahnya perjalanan yang membuat kita lupa akan mimpi kita. Namun yang pasti hanya mereka yang fokus dan percaya pada mimpi-mimpinya yang akan menggenggam buah dari mimpinya. Saya percaya itu.
Seringkali kita berlari ketika berada di trek yang lurus. Sedikit berjingkat atau melompat saat melewati penghalang. Sedikit memar atau lecet saat tersuruk dan terjatuh, asalkan itu tidak membunuhmu, ia akan menguatkanmu, begitulah kata mereka.
Hal itu membuatku berlari, fokus pada tiap batu dan anak tangga, selalu memikirkan apa yang selanjutnya dilakukan ketika satu langkah lagi telah tercapai. Ritme yang tajam dalam hidup, waktu yang terus diburu agar selalu menciptakan analisa yang lebih baik untuk hari esok. Semua demi mengejar mimpi.
Tiba-tiba semua menjadi lambat.
Atau aku yang berlari terlalu cepat.
Sampai aku tersadar,
Aku hanya menghitung seberapa jauh lagi aku harus berlari tanpa menyadari seberapa jauh jarak yang telah aku tempuh. Kecemasan atas ketidakpastian hari esok perlahan membungkam panca inderaku. Aku terdiam.
---------------------------------------------
Kebebasan bisa menjadi ikatan ketika mimpi itu telah tertambatkan, disaat aku hanya memandangnya dengan kacamata kuda yang kusematkan.
Sidoarjo, 2013
dan bukankah hari ini adalah hari esok yang kau cemaskan
Seketika desau angin menyerbakkan harummu
Wangi yang selalu terpendam dalam sanubariku
Saat semua bintang menenggelamkanku
Aku tersadar masih menggenggam tanganmu
Memandang wajahmu
Mendengar denyut jantungmu
Bersama segala nuansa itu
Ah, barangkali ini rindu...
Sidoarjo, 2013
#Night Jule, glad to see you
Korupsi bukanlah hal baru di negeri ini. Kata-kata ini merupakan serapan dari bahasa inggris yaitu “corruption”. Di Indonesia sendiri kata-kata ini mulai dikenalkan oleh para mahasiswa dan meluas sejak 1998 yang sekaligus menandai keruntuhan rezim Orde Baru. Sebuah revolusi lahirnya babak baru di negeri ini yang diberi judul “Era Reformasi”.
Hai Jun, sebenarnya banyak yang ingin aku bahas denganmu. Tentang tanaman-tanaman yang semakin meninggi dan tumbuh subur, masakan-masakan yang sudah tanpa sisa sekalipun hanya kerak yang menepel pada perigi, petualangan di tanah tak berpenghuni yang saat ini mulai tercemar dan karang-karangnya telah mati, buku-buku yang telah tersampul rapi dan menunggu untuk dibaca, tentang bermacam-macam kopi yang bervariasi mulai dari berasa kental, pahit, jagung dan kacang hijau, tentang tradisi sirkumisi yang sudah turun-temurun ditanah ini, tentang telaga di kaki Lawu yang airnya melimpah ruah, tentang dialektika bahan bakar dan perut yang masih ramai di negeri ini, tentang festival yang membahas bunga-bunga dan semesta raya, serta yang paling utama adalah hujan-mu yang dahulu hanyalah sebuah metafor dari seniman tua.
Hey June, don't make it bad
Take a sad song and make it better
Remember to let her into your heart
Then you can start to make it better
Hey June, don't be afraid
You were made to go out and get her
The minute you let her under your skin
Then you begin to make it better
And anytime you feel the pain, hey June, refrain
Don't carry the world upon your shoulders
For well you know that it's a fool who plays it cool
By making his world a little colder
Nah nah nah nah nah nah nah nah nah
Hey June, don't let me down
You have found her, now go and get her
Remember to let her into your heart
Then you can start to make it better
So let it out and let it in, hey June, begin
You're waiting for someone to perform with
And don't you know that it's just you, hey June, you'll do
The movement you need is on your shoulder
Nah nah nah nah nah nah nah nah nah yeah
Hey June, don't make it bad
Take a sad song and make it better
Remember to let her under your skin
Then you'll begin to make it
Better better better better better better,
ohhhhhhhhhhhhhhhhhhhh
Sidoarjo, 2013
Arrange from The Beatles - Hey Jude